Showing posts with label Lain Lain. Show all posts
Showing posts with label Lain Lain. Show all posts

Thursday, June 21, 2012

Cara Print Screen Di Mac

Dikirain karena di keyboard Mac gak ada tombol Print Screen, jadi gak bisa Print Screen ....

Taunya bisa ... thanks to blog ini

Caranya ada 3 dan lebih gampang pulak :D

Cara 1 : pakai ⌘ + Shift + 3 -> hasil seluruh screen lsg tersimpan di desktop

Cara 2 : pakai ⌘ + Shift + 4 -> kursor mouse akan berubah menjadi tanda + untuk memilih bagian yg mau di print screen

Cara 3 : pakai ⌘ + Shift + 4 + keyboard -> kursor mouse akan berubah menjadi gambar kamera, bisa pilih aplikasi mana yg akan di print screen

Asikkk .. tambah cinta sama Mac :D

Wednesday, June 9, 2010

Video Mirip Ariel Peterpan, Luna Maya Dan Cut Tari


Waduh heboh banget dunia entertainment n internetan semenjak ada orang iseng yang publikasi Video Mirip Ariel Peterpan, Luna Maya dan Cut Tari. Semua orang pada sibuk ke Google, You Tube dll ... Cepet-cepetan download ... Miris banget :(

Yang tadinya gak kenal ma om Google n You Tube, jadi kenalan deh ...

Makanya sekalian aja aku kenalin sama bisnis onlineku. Bahwa internet bukan cuma bisa download kayak-kayak gituan, tapi banyak side effect-nya : penghasilan jutaan per bulan. Mau?

Bisnis ini, bisnis yang bisa banget dijalanin full online, which is artinya mengandalkan 100% kemampuan internet untuk iklan, promo, follow up dll, ini dah banyak menghasilkan internet marketer yang berpenghasilan juta2an. Lets say, 4 juta sebulan cukup gak? Tanpa keluar rumah, tanpa kena macet, tanpa capek di angkot, tanpa kepanasan naik motor .... Just sit down in front of your laptop and do this business ...

Caranya ? lakukan promo web replika anda, yang bisa didapat gratis saat bergabung. Klik disini untuk gabung :
Dan pindahankan belanja bulanan anda.

Anda bisa dapat penghasilan semau anda per bulan tanpa berjualan ... Mana bisa? ... Bisa kok, banyak yang dah menjalankan dan mereka dapat belasan juta per bulan. Liat testimoninya di oriflame Pictures, Images and Photos

Coba anda buktikan ....
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Sambil Ngantor Sambil Bisnis Gaji Nambah Tak Pernah Habis Pictures, Images and Photos

Thursday, April 16, 2009

Artikel : Tahun-Tahun Pernikahan Yang Penuh Gejolak

Email dari seorang teman, sayang tulisan ini tidak mencantumkan sumbernya. Jadi kalau kebetulan ada yang tahu, mhn info dong, biar aku bisa cantumkan disini. Dan mohon maaf kalau Penulisnya kebetulan membaca, sekalian saya minta izin untuk mempublikasikan artikelnya ...

Kenapa aku tertarik posting artikel ini ke blogku ?
Kebetulan usia pernikahanku tahun ini masuk tahun ke-7 dan sepertinya ini masuk kedalam tahun yang penuh gejolak. Dengan membaca artikel ini, paling tidak aku diingatkan dan di-alert. Jikalau nanti - mudah-mudah2an gak ada. Amin - ada gejolak menerpa, Aku tahu apa yang sedang terjadi, dan mudah2an aku mampu melewatinya dengan baik.Amin. Begitu juga tahun-tahun selanjutnya ...

So, silahkan menikmati artikel ini :

Tahun-tahun pernikahan yang penuh gejolak

Perkawinan seumur hidup yang didambakan setiap pasangan tidak gampang didapat. Perlu perjuangan dan kemauan bersama suami-istri untuk terus memeliharanya dari tahun ke tahun. Berikut tahun-tahun rawan dalam perkawinan yang perlu diwaspadai.

DUA TAHUN PERTAMA: PENUH PERJUANGAN
Inilah tahun-tahun yang mengindikasikan, apakah pasangan "pengantin baru" bisa survive di tahun-tahun berikut. Banyak yang berhasil melampauinya, tak sedikit juga yang memutuskan bercerai. Sebab, di tahun inilah sebenarnya realitas dimulai. Masing-masing pihak melihat dengan sesungguhnya, siapa pasangannya.
Bersiaplah menerima apa yang disebut depresi pengantin baru. Usai pesta, pasangan menempati rumahnya sendiri dan belajar hidup mandiri sebagai suami-istri. Di sinilah pembagian peran dan kerjasama dimulai. Ada yang lancar, ada pula yang kagok. Banyak hal yang menjadi prioritas yang harus diselesaikan bersama. Tentang uang, misalnya, siapa yang harus mengatur. Juga bagaimana menghabiskan waktu luang bersama, menangani mertua, para ipar dan keluarga besar lainnya. Bayi yang kemudian lahir akan membuat seluruh ritme ayah dan ibu berubah. Jelas, semua itu menimbulkan tantangan sekaligus kecemasan.
Nah, agar bisa survive dan berjalan mulus, di tahun-tahun pertama ini pasangan suami-istri seharusnya sudah mulai mendiskusikan tentang bagaimana memecahkan masalah jika terjadi konflik, juga membicarakan harapan-harapan masing-masing pihak.
Pasangan yang bisa melewati masa ini adalah mereka yang selalu punya pandangan positif terhadap pasangannya, tidak mudah menyerah, dan mau bersama-sama mencari jalan keluar di setiap persoalan. Meski tahun-tahun pertama ini sulit, mereka akan tetap mengenangnya sebagai tahun-tahun pertama yang penuh keintiman, kemesraan, dan saling belajar. Yang tak kalah penting, bisa menjadi pelajaran serta pengalaman berharga untuk menempuh tahun-tahun berikut.

TUJUH TAHUN: HARUS WASPADA
Pernah dengar istilah "the seven years itch"? Inilah yang disebut tujuh tahun yang membuat "gatal". Setelah bertahun-tahun bersama, suami istri memang mulai menemukan pola dan ritme perkawinan yang semakin jelas. Namun demikian, keinginan masing-masing yang sudah terbaca dan kedekatan secara fisik serta emosional ini belum menjamin bahwa kemesraan dan keintiman tetap berlanjut.
Setelah tujuh tahun berpasangan, banyak suami-istri yang mulai terjebak dalam rutinitas berumah tangga. Suami dan istri juga mulai sibuk dengan urusannya sendiri-sendiri. Ibu mengurusi anak-anak yang mulai masuk sekolah dan tumbuh besar, ayah juga sibuk berkutat dengan kariernya yang semakin menjanjikan. Belum lagi tuntutan kebutuhan keluarga yang semakin besar, membuat ayah semakin sibuk dengan pekerjaan tambahan yang bisa menghasilkan uang.
Semua itu membawa konsekuensi dalam hubungan perkawinan. Karena masing-masing sibuk, waktu untuk berduaan semakin berkurang. Akibatnya, keintiman jadi terancam. Yang lebih mengkhawatirkan, karena masing-masing sibuk dengan urusannya sendiri dan semua hal berjalan rutin, hubungan intim semakin dilihat hanya sebagaihal rutin untuk pemenuhan kebutuhan biologis saja. Bukan lagi ekspresi kemesraan dan kasih sayang. Kalau tak hati-hati, masing-masing pihak bisa merasa gerah dan gatal, seperti orang yang terperangkap. Sedikit godaan saja atau melihat hal-hal baru yang lebih menggairahkan di luar rumah, bisa membuat komitmen terancam.
Itu sebabnya banyak affair atau perselingkuhan yang terjadi setelah 5 atau 7 tahun perkawinan. Pasangan berusaha keluar dari hal-hal yang membuatnya jenuh. Di antaranya, menjalin hubungan dengan orang yang sama sekali baru.
Untuk menjaga agar gairah dan keintiman tetap menyala, lakukan bulan madu kedua, revisi kembali hubungan perkawinan dan pola keintiman apa yang bisa diterapkan, sesuai dengan usia perkawinan. Jangan berharap terlalu berlebihan bahwa dalam waktu singkat semuanya akan berubah seperti pengantin baru. Yang penting adalah keinginan untuk tetap berkomitmen dan memperbarui kemesraan.

LIMA BELAS TAHUN: PENUH KESIBUKAN
Pada tahun kelima belas, secara emosi dan fisik, kedekatan suami-istri semakin kuat. Banyak masalah yang sudah bisa diselesaikan, misalnya rumah sudah terbeli dan keuangan keluarga sudah mapan. Tapi tantangan berikutnya muncul di tahun ini. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, problem yang lebih banyak muncul adalah kejenuhan. Ditambah juga kebersamaan keluarga yang semakin berkurang. Misalnya, anak-anak yang memasuki praremaja, mulai lebih banyak bergaul di luar rumah, dan sibuk dengan urusan sekolah. Ayah berada pada puncak kariernya, begitu pula ibu yang bekerja.
Tak heran jika di tahun-tahun awal mudah membuat janji untuk makan malam bersama pasangan di restoran yang romantis, kini malah susah. Sulit memintanya meluangkan waktu untuk bermesraan karena kesibukannya.
Perubahan fisik masing-masing pihak, misalnya bentuk tubuh semakin melebar atau kerut di wajah semakin kentara, juga melahirkan kecemasan tersendiri. Masing-masing merasa tidak lagi menarik dan seksi di mata pasangannya. Rasa minder lalu timbul. Kekhawatiran pasangan tak lagi bergairah, bisa berakibat ke hubungan intim. Kebanyakan rasa minder ini diwujudkan dengan menolak ketika diajak bermesraan. Padahal, karena masing-masing pihak sudah sekian lama tidur di satu ranjang, pasti sudah mengenal tubuh pasangannya. Jadi, masalah itu sebetulnya jangan dijadikan penghambat dalam berhubungan intim. Malah karena kedekatan emosional yang semakin kuat, bisa membuat hubungan intim menjadi lebih mantap.
Memang, sih, jangan membayangkan hubungan intim dengan frekuensi yang sama dengan pengantin baru. Tapi yang harus diingat, bukan lagi jumlah, tapi kualitasnya. Meski dalam satu bulan bisa dihitung dengan jari, lakukan berbagai variasi untuk memberi pembaruan. Mulailah memberi kejutan-kejutan yang manis, misalnya mengirim SMS pada istri, "Bagaimana kalau malam ini kita ketemu di hotel x dan menghabiskan malam tanpa anak-anak?"

TAHUN-TAHUN SESUDAHNYA
Simone Signoret, penulis terkenal dari Perancis, di salah satu novelnya menulis, "Rantai tidak mengikat perkawinan, melainkan mata rantainya. Ratusan mata rantai yang dikait setiap hari berdua, yang mengikat terus selama bertahun-tahun. Itulah yang membuat perkawinan bertahan, bukan gairah dan bahkan juga seks!"
Jadi, walaupun 5, 10, bahkan 25 tahun perkawinan sudah dilewati dengan aman, jangan pernah terlena. Ada, lo, yang baru sebulan merayakan ulang tahun perkawinan ke-25, kemudian bercerai. Apa pasal? Kedekatan kadang membuat kita terlena. Kita merasa sudah tahu apa yang menjadi kebutuhan pasangan. Padahal, setiap manusia selalu membutuhkan penyegaran dan kejutan-kejutan dalam hidupnya. Termasuk dalam hidup perkawinannya.
Meski tampaknya perkawinan sempurna, tak ada salahnya untuk duduk bersama setiap tahun, misalnya saat ulang tahun perkawinan, untuk melihat kembali, apa yang sebenarnya luput dari perhatian berdua yang menyangkut soal hubungan suami-istri. Apakah kita sudah peka dengan kebutuhan pasangan? Model kemesraan dan keintiman apa yang kita inginkan, seiring dengan pertambahan usia perkawinan? Apa yang menjadi ganjalan atau kendala di semua hal yang bisa mengganggu hubungan? Nah, semua itu harus ditelaah lagi, berapa pun usia perkawinan Anda. Tak ada yang bisa menjamin selamanya akan berjalan mulus, bila masing-masing pihak terlena dan cuek dengan keadaan perkawinan yang tampaknya sempurna, tapi menyimpan bom waktu. Nah, Bu-Pak, sekarang sudah tahu, kan, apa yang mesti dilakukan?

Sunday, August 3, 2008

Tabloid NAKITA : MUDAH BERGAUL BERKAT POLA ASUH TEPAT

Wajarnya, anak usia prasekolah tak lagi mengalami kesulitan beradaptasi.

"Anak saya ini kalau di rumah bawel, lo. Kalau dia sudah bertanya, saya dan ayahnya sampai kewalahan. Dia juga enggak bisa diam, lari ke sana ke mari, main sepeda, main mobil. Sudah gitu, jahilnya minta ampun. Biasanya si Mbak yang paling sering menjadi korban kejahilannya. Tapi kalau di tempat baru... ya, begini deh, enggak mau lepas dari saya atau ayahnya," cerita seorang ibu tanpa bisa menutupi kekecewaannya terhadap sang putra (4) yang dinilainya lambat beradaptasi.

Dapat dipahami jika si ibu merasa kecewa. Sewajarnya memang anak usia prasekolah tak lagi menemui masalah beradaptasi. Apalagi pada dasarnya setiap anak memiliki kemampuan beradaptasi dan kemampuan ini sudah dipelajari sejak bayi. Saat memasuki usia prasekolah, apalagi di usia 4-5 tahun, kemampuan ini sudah bisa dimanfaatkannya dengan baik.

Hanya saja, diakui Junetty Halim, M.Psi. Psi., pada anak-anak tertentu, kondisi seperti cerita tadi dapat terjadi. "Contohnya, anak-anak yang mendapatkan pola asuh banyak dilarang, anak yang tak diperkaya pengalamannya dalam bergaul, atau bisa jadi memang dia adalah anak yang kurang aktif."

Menurut psikolog dari pusat konseling dan pelatihan IPEKA di Jakarta Barat ini, orang tua perlu mengamati, apakah di setiap tempat dan lingkungan, anak selalu memerlukan waktu untuk bisa beradaptasi dan tak ada kemajuan dalam hal waktu beradaptasi. Bila jawabannya "ya", berarti si anak masuk dalam kategori lambat beradaptasi.

TIGA PENYEBAB

Orang tua wajib mencari tahu, kenapa anak selalu memerlukan waktu lama untuk beradaptasi. Apa yang menjadi penyebabnya dan apa yang menjadi ganjalannya sehingga dia perlu sangat berhati-hati. Jangan-jangan, kata Junetty, si anak memiliki konsep diri yang kurang positif, selalu ragu dan takut karena orang tuanya terlalu ketat mengontrol hidupnya.

Menurut Junetty, ada 3 faktor yang berperan penting menyebabkan anak jadi lambat beradaptasi:

1. Dari diri anak itu sendiri

Hal ini terkait dengan kematangan kemampuan komunikatif dan bahasa. Anak-anak yang tidak atau kurang menguasai bahasa biasanya lebih sukar untuk menyesuaikan diri.

Bisa juga ini dikarenakan temperamen si anak. Contoh, anak-anak yang memang dari awalnya tergolong slow to adapt child (memerlukan waktu lebih lama untuk mempelajari situasi baru).

2. Gaya pengasuhan

Usia 3-5 tahun adalah masa perkembangan pembentukan konsep diri. Hal ini sangat dipengaruhi gaya pengasuhan orang tua. Jika orang tua "senang" melarang atau memberi batasan-batasan yang sangat kaku, bisa dipastikan si anak lebih takut untuk mencoba sesuatu yang baru. Tentunya ini bisa memengaruhi pembentukan konsep diri anak, salah satunya kemampuan adaptasi yang jelek.

Selain itu, penerapan disiplin model ini juga bisa menjadi bumerang. Misal, orang tua menerapkan disiplin tanpa disertai penjelasan mengapa suatu hukuman diberlakukan, maka biasanya anak jadi tak tahu apa yang seharusnya ia lakukan. Nah, karena tidak tahu, biasanya dia jadi ragu dan akhirnya ketika harus bertemu sesuatu yang baru, dia juga bingung karena tak ada patokan atau panduannya. Kondisi ini akan memengaruhi kemampuan anak untuk bisa beradaptasi.

3. Peristiwa traumatik

Bisa karena lingkungan sosial yang pernah membuat anak merasa tidak aman dan nyaman, atau ada konflik-konflik tertentu yang membuat dia lebih sulit terbuka.

UBAH POLA ASUH

Selain ketiga penyebab tadi, ada pula yang beranggapan kondisi lambat beradaptasi diakibatkan faktor keturunan. "Tetapi saya sih melihatnya bukan karena faktor turunannya, melainkan lebih pada role modelnya," kata Junetty. Maksudnya, si anak mungkin mencontoh orang tuanya yang juga tidak mahir atau sulit beradaptasi.

Oleh karena itu, bila ingin anak mudah beradaptasi secara sosial, tak ada cara lain kecuali mengubah pola asuh. "Orang tua harus menghilangkan kebiasaannya yang banyak melarang, menyepelekan pendapat anak, terlalu banyak mengatur, dan selalu membuatkan keputusan untuk anak." Pasalnya, dengan kebiasaan orang tua yang demikian, anak jadi tak pernah merasakan bagaimana menentukan keputusan untuk dirinya sendiri. Imbasnya, anak jadi sulit beradaptasi karena bingung, takut, dan tak tahu harus bagaimana caranya mulai beradaptasi.

Selain mengubah pola asuh, orang tua juga harus dapat menyesuaikan diri dengan kondisi anak karena tahapan belajar masing-masing anak tidaklah sama. Pada anak pemalu dan penakut, misal, orang tua bisa memberikan kesempatan kepada anak berinteraksi dengan banyak manusia. Caranya, undanglah teman-teman si kecil atau saudaranya ke rumah untuk bermain bersama atau mengajak mereka ke tempat lain yang banyak anak sebayanya. "Ini bisa membantu anak mempelajari cara mereka menyesuaikan diri."

Bagaimana bila si kecil menolak cara-cara tersebut? Menurut Junetty, orang tua harus menghargai, bukan malah memaksakan kehendaknya. Selain itu, orang tua juga harus mencari tahu apa yang membuat anaknya takut. Selanjutnya orang tua membantu anak untuk menetralisir ketakutannya itu.

Sementara, anak yang lambat beradaptasi lantaran bertemperamen sulit harus sering diajak bergaul dan dibimbing tentang bagaimana cara memulai berinteraksi dengan orang lain. Lama-lama anak akan menemukan sendiri cara yang terbaik untuk dapat beradaptasi.

TAK ADA KATA TERLAMBAT

Kalau saja sejak berusia batita anak sudah dilatih untuk mengembangkan kemampuannya dalam bersosialisasi, maka saat masuk fase pembentukan konsep diri di usia 3-5 tahun, ia sudah lancar beradaptasi. Walau begitu bukan berarti terlambat jika kita baru mengajarkannya di usia 3-5 tahun. Caranya, tak lain dengan memberikan lingkungan kondusif yang dapat membuat anak berani mencoba sesuatu.

Disamping itu, Junetty juga memberikan tip-tip berikut ini:

1. Jadwalkan waktu untuk anak bertemu dan bermain bersama anak-anak lain, juga di tempat yang belum dia temui sebelumnya.

2. Rangsang perilaku prososial anak dengan mengajaknya berpikir apa yang dibutuhkan atau diharapkan teman-temannya kelak.

3. Dorong anak yang penyendiri untuk bergabung dengan anak yang juga penyendiri atau dengan kelompok lain yang lebih kecil.

Akan tetapi pada mereka yang memang bertemperamen sulit, menurut Junetty, ketiga langkah tadi kurang tepat diterapkan. Pada anak model ini, yang dapat dilakukan orang tua adalah:

1. Buatkan rutinitas yang jelas.

2. Sediakan waktu untuk berdiskusi dengan anak bila ada rencana perubahan rutinitas.

3. Beri peringatan pada anak beberapa saat sebelum transisi dari satu aktivitas ke aktivitas lainnya. Dengan demikian diharapkan anak jauh lebih siap untuk melakukan penyesuain diri dan beradaptasi.

4. Beri cukup waktu untuk menyesuaikan diri dengan satu perubahan sebelum memberikan perubahan berikutnya.

5. Jaga agar tidak terjadi terlalu banyak perubahan, apalagi yang mendadak.

Jika semua langkah tersebut sudah dilakukan dengan baik, terakhir adalah berdoa, dengan harapan anak bisa mengalami kemajuan untuk masalah adaptasi sosialnya. Namun harus diingat, mengubah hal ini tidak semudah kita mengajari anak prasekolah bernyanyi, lo. Jadi orang tua harus ekstra sabar dan selalu konsisten melakukan pengondisian-pengondisian tersebut.

KEMAMPUAN ADAPTASI YANG HARUS DIKUASAI

Di usia 3-5 tahun, terutama usia 3-4 tahun, anak mulai mengenal teman lalu berkembang dengan menjalin hubungan pertemanan. Akan tetapi lingkupnya masih terbatas, yaitu hanya pada mereka yang memiliki kesamaan tertentu. Misal, rumahnya masih di satu lingkungan, sama-sama satu sekolah, atau mempunyai mainan yang sama. Jadi, tandas Junetty, untuk anak usia prasekolah cukup sampai pada tahapan bisa beradaptasi tanpa ada hambatan. "Jika modal dasarnya ini sudah dimiliki, semakin lama pasti akan berkembang."

Namun jika belum, kita pun tidak dianjurkan mendesak anak untuk cepat beradaptasi sementara ia belum siap. Cara ini justru akan menghambat langkah berikutnya. Lain cerita bila memang kemampuan adaptasi anak sudah baik, semisal tidak mengkeret di belakang orang tuanya, mau memberikan respons bila disapa lingkungan, dan kemampuan adaptasinya terus meningkat dengan ciri selalu ingin mencoba dan ingin tahu, maka si anak tak butuh waktu lama-lama lagi untuk beradaptasi.

SI PENGAMAT LAMBAT BERADAPTASI?

Ada kan anak-anak yang cenderung mengamati terlebih dahulu, baru kemudian memberikan respons terhadap lingkungan barunya? Nah, anak-anak tipe pengamat ini, menurut Junetty, tidak termasuk yang lambat beradaptasi. Tetapi lebih pada gaya si anak dalam proses beradaptasi dengan lingkungan sosialnya.

Jadi, sejauh anak pada akhirnya bisa melakukan interaksi dan ada peningkatan tanpa harus didorong-dorong atau butuh beberapa hari untuk bisa beradaptasi dengan lingkungan, "Statusnya masih bisa dibilang oke untuk anak prasekolah dalam beradaptasi."

Ada juga anak yang adaptasinya perlu dipancing terlebih dahulu untuk bisa membaur dengan lingkungan. Jika tak ada orang lain yang mengajaknya bergabung, sampai kapan pun si anak akan lebih memilih menarik diri dari lingkungan. "Yang ini pun lebih cenderung ke gaya atau karena si anak tak tahu cara dan bagaimana memulainya," kata Junetty.

Jadi, kemungkinannya si anak ingin bisa bergaul dengan lingkungan, akan tetapi tidak tahu cara memulainya. Untuk itu, anjur Junetty, orang tua harus sesering mungkin membawa anak tipe ini ke tempat-tempat baru.

ENAKNYA BISA BERADAPTASI!

Kata Junetty, banyak manfaat akan diperoleh anak dari kemampuannya dalam beradaptasi. Di antaranya:

* Semakin mampu beradaptasi berarti anak semakin cepat beradaptasi. Setelah itu pastinya anak mampu berinteraksi, membangun interaksi yang baik dengan teman-temannya di sekolah. Hal ini sangat berpengaruh pada pembentukan self-esteem-nya.

* Anak akan lebih merasa "pede" karena merasa diterima oleh teman-temannya, merasa punya teman yang bisa berbagi.

* Dalam proses pembelajaran di sekolah, anak bisa mengembangkan perilaku yang positif, bisa lebih nyaman bersekolah dan menikmati sekolahnya. Dengan begitu, anak dapat mengeluarkan kemampuannya secara optimal.

* Kemampuan kompetensinya akan lebih tinggi dibandingkan anak yang sulit beradaptasi.

Gazali Solahuddin. Foto: Ferdi/NAKITA

Thursday, August 30, 2007

Beasiswa SMP Sampoerna Foundation

Kalau kenal atau mengetahui ada anak miskin atau dari golongan kurang mampu, lulus SD (berijasah) tetapi tidak dapat meneruskan ke SMP, umur max 18 tahun, tinggal di Jakarta Selatan, dapat menghubungi Ibu Ade, Pancoran Timur VIII no. 4B Jakarta 12770 telp. 7990412 HP. 085691500258,

Untuk selanjutnya akan disurvei. Jika tidak ada halangan tahun ini akan dibuka sekolah rakyat (SMP terbuka) gratis di Jakarta Selatan khusus untuk anak miskin dan dari golongan tidak mampu.

Best Regards,
Ade Andria
Outreach
Sampoerna Foundation
Sampoerna Strategic Square
Tower A, 27th Floor
Jl. Jendral Sudirman Kav. 45 Jakarta 12930
INDONESIA
Phone: 62 21 577 2340 ext.7399
Fax: 62 21 577 2341 Mobile: 0816 948 948
Email: ade.andria@sampoernafoundation.org
Website: www.sampoernafounda tion.org

Tuesday, July 31, 2007

Memo Dari Pimpinan

Kepada : Seluruh Karyawan
Dari : Pimpinan
Hal : Efektifitas & Efisiensi
CC :
NO : 001/00-00/P

Surat Edaran Tata Cara Penggunaan Kamar Kecil.

Segera diberlakukan, tata cara penggunaan kamar kecil yang dibuat untuk menyelenggarakan metoda perhitungan waktu yang konsisten bagi karyawan dalam jam kerja, dengan demikian menjamin efektifitas pemanfaatan waktu dan perlakuan yang adil bagi semua karyawan. Kelak, pintu-pintu kamar kecil akan dikendalikan komputer melalui alat pengenal suara, yang hanya dapat diaktifkan untuk membuka melalui perintah lisan seseorang. Dengan demikian, setiap karyawan harus segera memberikan dua contoh suara ke bagian personalia, satu dalam nada normal, satu lagi dalam keadaan merana/kebelet.
Peraturan berikut juga akan diberlakukan :
Setiap awal bulan, setiap karyawan akan mendapat 22 kesempatan untuk menggunakan kamar kecil, yang dapat diakumulasikan pada bulan berikutnya. Bila semua kesempatan yang diberikan telah habis terpakai, pintu kamar kecil tidak akan lagi dapat dibuka sampai akhir bulan berjalan. Sebagai tambahan, setiap jamban diperlengkapi dengan timer. Bila pemakaian jamban melampaui tiga menit, alarm akan berbunyi. Tiga puluh detik kemudian, tissue toilet akan tergulung masuk, jamban akan diguyur dan pintu akan terbuka secara otomatis. Bila setelah itu jamban tetap diduduki, maka anda akan dipotret dan foto anda akan muncul di papan petugas pemantau kamar kecil. Karyawan yang fotonya terrekam tiga kali, tidak akan lagi mendapat kesempatan menggunakan kamar kecil selama 3 bulan ke depan. Bila didapati ada foto yang tersenyum, ybs akan dibawa ke balai perawatan jiwa. Harap diketahui bahwa santunan asuransi tidak akan berlaku atas segala bentuk luka yang diakibatkan oleh usaha menghentikan tissue toilet yang ditarik masuk, atau mencoba mencegah terbukanya pintu.

Kami harap karyawan mau bekerja sama sepenuhnya. Apabila aturan ini menimbulkan masalah, kami sarankan anda menggunakan pispot dr rumah.

Tertanda,
Direktur Personalia
PT. Derita Tiada Akhir Tbk.