Sering kali sebagai orang tua dan banyaknya informasi disekeliling kita membuat kita dipenuhi dengan berbagai teori menjadi orang tua yang ideal, salah satunya menjadi sahabat bagi anak-anak kita. Tapi dalam prakteknya tidak semudah itu.
Ego sebagai orang tua, sebagai yang paling benar, merasa berkuasa terkadang mengalahkan niat kita menjadi sahabat anak-anak. Mereka sedikit saja tidak mengikuti kemauan kita, kita memarahinya, menakutinya dengan ancaman. Lalu bisa mereka mencoba membela diri, terkadang malah membuat kita semakin marah dan mencap anak durhaka dan lain sebagainya. Padahal menjadi sahabat, ya jadi sahabatnya ... seperti saat kita kecil dulu bahagianya bisa bisa bermain bersama sahabat, rasanya tak mau terpisahkan karena rasa nyaman bersamanya sehingga apa yang kita lakukan bersamanya selalu menjadi saat terindah.
Disini mungkin diperlukannya kerjasama antara ibu dan ayah untuk saling mengingatkan dan mengikat komitmen yang kuat untuk menjadi sahabat bagi anak-anak. Misalnya buat perjanjian dengan pasangan untuk minta diingatkan bila sikapnya kepada anak tidak seperti sahabatnya. Yah asal jangan marah-marah juga kalau diingatkan ....