Showing posts with label Motivation Words. Show all posts
Showing posts with label Motivation Words. Show all posts

Thursday, January 20, 2011

Dzikir Ibadah yang Sangat Agung

Sesungguhnya keutamaan dzikir itu tidak terbatas kepada tasbih, tahlil, tahmid, takbir dan semacamnya. Akan tetapi, setiap orang yang beramal ikhlas karena Allah ta’ala dengan melakukan ketaatan maka dia adalah orang yang berdzikir kepada Allah ta’ala.

"Dzikir bagi hati laksana makanan bagi tubuh. Maka sebagaimana tubuh tidak akan merasakan kelezatan makanan ketika menderita sakit. Demikian pula hati tidak akan dapat merasakan kemanisan dzikir apabila hatinya masih jatuh cinta kepada dunia’. Apabila hati seseorang telah disibukkan dengan mengingat Allah, senantiasa memikirkan kebenaran, dan merenungkan ilmu, maka dia telah diposisikan sebagaimana mestinya…” (Majmu’ Fatawa, 2/344)

Thursday, June 19, 2008

Menunggu Allah Menjatuhkan "Batu" Kepada Kita?

Kiriman email dari Adik tercinta, passs kena banget ma gw. Makanya mohon izin sama mas Eko Jalu Santoso buat diposting disini. Mudah-mudahan bisa jadi reminder buat diriku yang kadang-kadang suka perlu diingatkan.
Insya allah kita semua jadi lebih baik ya. Amin.

JIKA TUHAN MENARIK PERHATIAN KITA
Oleh: Eko Jalu Santoso, www.ekojalusantoso. com
 
Dikisahkan, seorang mandor bangunan yang sedang bekerja di sebuah gedung bertingkat, suatu ketika ia ingin Menyampaikan pesan penting kepada tukang yang sedang bekerja di lantai bawahnya. Mandor ini berteriak-teriak memanggil seorang tukang bangunan yang sedang bekerja di lantai bawahnya, agar mau mendongak ke atas sehingga ia dapat Menjatuhkan catatan pesan. Karena suara mesin-mesin dan pekerjaan yang bising, tukang yang sedang bekerja di lantai bawahnya tidak dapat mendengar panggilan dari sang Mandor. Meskipun sudah berusaha berteriak lebih keras lagi, usaha sang mandor tetaplah sia-sia saja.
 
Akhirnya untuk menarik perhatian, mandor ini mempunyai ide melemparkan koin uang logam yang ada di kantong celananya ke depan seorang tukang yang sedang bekerja di lantai bawahnya. Tukang yang bekerja dibawahnya begitu melihat koin uang di depannya, berhenti bekerja sejenak kemudian mengambil uang logam itu, lalu melanjutkan pekerjaannya kembali. Beberapa kali mandor itu mencoba melemparkan uang logam, tetapi tetap tidak berhasil membuat pekerja yang ada di bawahnya untuk mau mendongak keatas.
 
Tiba-tiba mandor itu mendapatkan ide lain, ia kemudian mengambil batu kecil yang ada di depannya dan melemparkannya tepat mengenai seorang pekerja yang ada dibawahnya. Karena merasa sakit kejatuhan batu, pekerja itu mendongak ke atas mencari siapa yang melempar batu itu. Kini sang mandor  dapat menyampaikan pesan penting dengan menjatuhkan catatan pesan dan diterima oleh pekerja dilantai bawahnya.
 
Sahabat yang baik, untuk menarik perhatian kita manusia sebagai hambaNya, Allah seringkali menggunakan cara-cara yang menyenangkan, maupun kadangkala dengan pengalaman-pengalam an yang menyakitkan. Allah seringkali menjatuhkan "koin uang" atau memberikan kemudahan rejeki yang berlimpah kepada kita manusia, agar mau mendongak keatas, mengingatNya, menyembah-Nya, mengakui kebesaran-Nya dan lebih banyak bersyukur atas rahmat-Nya. Tuhan seringkali memberikan begitu banyak berkat, rahmat dan kenikmatan setiap harinya kepada kita manusia, agar kita mau menengadah
kepada-Nya dan bersyukur atas karunia-Nya. Namun, sayangnya seringkali hal itu tidak cukup membuat kita manusia untuk mau mendongak keatas, mengingat kebesaran-Nya, menengadah kepada-Nya, mengagungkan nama-Nya dan bersyukur atas rahmat-Nya.
 
Karena itu, kadang-kadang Tuhan menggunakan pengalaman-pengalam an menyakitkan, seperti musibah, kegagalan, rasa sakit, kelaparan dan berbagai pengalaman menyakitkan lainnya untuk menarik perhatian manusia agar mau mendongak keatas. Menarik perhatian untuk mau menengadah kepada-Nya, menyembah kepada-Nya, mengakui kebesaran-Nya dan bersyukur atas rahmat-Nya. Dengan demikian, pengalaman-pengalam an menyakitkan yang kadang kala diterima manusia, hendaknya diterima sebagai peringatan dari Tuhan untuk menarik perhatian kita. Hendaknya hal itu membuat kita semakin
mempererat hubungan dengan Allah atau "habl min Allah."  Hendaknya hal itu mengajarkan kita untuk mengakui kebesaran dan kekuasaan Allah, dan menyadarkan kita adalah makhluk-Nya yang sangat lemah dan tidak berdaya.
 
Sahabat yang baik, sudah begitu banyaknya rahmat dan berkah Allah senantiasa mengalir setiap detiknya kepada kita semua manusia. Seperti memiliki pekerjaan yang baik, memiliki kesehatan yang kita rasakan, kelengkapan panca indra yang menopang kehidupan kita, mendapatkan rejeki yang kita nikmati setiap hari, keluarga yang bahagia yang kita miliki dan lain sebagainya. Semua itu sesungguhnya adalah rahmat dan berkah dari Allah SWT yang tak ternilai harganya. Kini apakah Anda akan segera menengadahkan wajah kepada-Nya, ataukah menunggu Allah menjatuhkan "batu" kepada kita?
 
SEMOGA BERMANFAAT!
 
***Eko Jalu Santoso adalah Founder Motivasi Indonesia dan Penulis Buku
"The Art of Life Revolution" dan
Buku "Heart Revolution: Revolusi Hati Nurani Menuju Kehidupan Penuh
Potensi"

Monday, April 28, 2008

Tarot Online

"Maen" ke blognya mama-rafadafi.blogspot.com, nemu tarot online. Ini hasil kartu tarotku :


You are The Empress


Beauty, happiness, pleasure, success, luxury, dissipation.


The Empress is associated with Venus, the feminine planet, so it represents,
beauty, charm, pleasure, luxury, and delight. You may be good at home
decorating, art or anything to do with making things beautiful.


The Empress is a creator, be it creation of life, of romance, of art or business. While the Magician is the primal spark, the idea made real, and the High Priestess is the one who gives the idea a form, the Empress is the womb where it gestates and grows till it is ready to be born. This is why her symbol is Venus, goddess of beautiful things as well as love. Even so, the Empress is more Demeter, goddess of abundance, then sensual Venus. She is the giver of Earthly gifts, yet at the same time, she can, in anger withhold, as Demeter did when her daughter, Persephone, was kidnapped. In fury and grief, she kept the Earth barren till her child was returned to her.


What Tarot Card are You?
Take the Test to Find Out.

Monday, August 20, 2007

Dr. Wati tentang Ibu Bekerja

Bekerja adalah IBADAH ...
Apapun bentuknya
Saya sering memperoleh pertanyaan .. dok saya quit aja ya ...saya guilty sama anak2
Saya orang biasa yang berpikir sederhana, Mengapa harus merasa guilty?
Kita punya sejuta alasan baik saat mengambil keputusan.
Saya pribadi akan menjawab ... kalau pekerjaan mu terkait kemungkinan (saya pakai kata kemungkinan karena namanya juga .. usaha ...) masa depan yang lebih baik bagi anakmu .. mengapa harus merasa guilty?
Jangan underestimate anak ... they are very wise and very intelligent ... mereka tahu mama nya pergi setiap hari membanting tulang untuk mereka ....
Kalau saya biasanya akan menjawab begini .... Sedapat mungkin jangan quit (memang butuh kapasitas khusus, kapasitas
extraordinary menjadi manusia berperan ganda) ....
Lihat .. di luaran sana .. banyak yang menganggur
Lihat ... biaya pendidikan dan kesehatan terus membumbung
Ketika jaman serba tidak menentu ... memiliki dua lumbung lebih baik kan ketimbang satu lumbung
Tidak semua orang bisa wiraswasta di rumah ... bagaimanapun masing2 perempuan punya "bakat", keahlian, serta destiny masing-masing ...
Bagus sekali kalau bisa di rumah dan tetap berpenghasilan ... terus lebarkan sayap .. terus perkaya khasanah ilmu, pengetahuan, dan wawasan ...
Bagus juga kalau terus menekuni pekerjaan formal dan memberikan yang terbaik sesuai profesi dan kemahiran dan pengetahuan ....
Apapun keputusan yang diambil .. jangan pernah disesali ... di review boleh dan harus Do your best wherever you are ... whatever you are ... every seconds of your life

Sumber : Milis Sehat

Thursday, August 2, 2007

"Smile, and the world will smile with you... "

Aku bekerja di sebuah ruko berlantai empat. Di lantai 4 tersebut hanya ada 3 buah ruang yaitu ruang Direksi, ruang rapat dan ruang sekretaris, pastinya aku berada diruang sekretaris, terisolasi dari karyawan-karyawati lain.
Sehari-hari aku berhdapan dengan komputer dan kertas-kertas tanpa pernah melihat hijaunya pohon, langit mendung atau berawan atau merasakan udara diluar apakah panas atau sedang berangin.
Suatu hari seorang General Manager yang baru saja berulang tahun memberikan 2 pot tanaman yang sudah layu dan hampir mati padaku, secara reflek aku bawa ke pantry yang terletak diluar, kurasakan sekilas hawa panas dari compressor AC dan matahari bersinar dengan terik.
Aku sudah memiliki sebuah pot berisi tanaman air yg sesekali kuganti airnya, tumbuh dengan cukup baik, sehingga sesekali memandangnya membuat hati ku nyaman, karena dalam kesendirianku aku bisa merasakan ada sesuatu yg lain yg juga tumbuh dan memberi arti.
Setiap malam sebelum pulang aku menyirami 2 pot tanaman yang hampir mati itu, hasilnya 2 hari kemudian tanaman tersebut tumbuh dengan segar disalah satu sudut pantry diantara dus-dus berisi dokumen bekas. Anehnya aku betah berlama-lama memandangi kedua pot tersebut karena seolah ada kebahagaiaan tertentu melihat daun-daun hijau yang bergoyang di terpa angin...
Terlintas dalam benakku, bila 2 pot tanaman hijau yang sedianya hampir mati dan dibuang oleh pemilikinya, kemudian dapat tumbuh dan memberikan kesejukan yang begitu berarti padaku disaat-saat tertentu, apalagi nilai diriku sebagai seorang manusia seutuhnya, adakah aku pernah memberikan sedikit kesejukan pada lingkungan ku, dari hal yang paling kecil saja...
seperti :
mengucapkan terima kasih kepada office boy yang membawakan makan siangku
tersenyum pada satpam atau kurir yang membawakan surat-surat dan ...
menyapa kedua orang tua pada saat tiba kembali dirumah, atau bahkan ...
sekedar menepuk-nepuk kepala si Bleki yg dengan gembiranya menyambut kehadiran kita dirumah dengan selamat...
Sudah kah kita memberikan sedikit saja "kesejukan" kepada orang-orang sekitar kita bahwa kehadiran mereka sekecil apapun, memiliki arti yang besar... mulailah dengan yang paling rendah dalam komunitas kita ...
"Smile, and the world will smile with you... "

Sunday, July 29, 2007

Jangan Menagih Hutang & Muka Jangan Terkena Sinar Matahari"

Alkisah dahulu kala ada 2 orang kakak beradik. Ketika ayahnya meninggal sebelumnya berpesan dua hal: pertama jangan menagih hutang kepada orang yang berhutang kepadamu, dan kedua, jika mereka pergi dari rumah ke toko jangan sampai mukanya terkena sinar matahari.

Waktu berjalan terus. Dan kenyataan terjadi, bahwa beberapa tahun setelah ayahnya meninggal anak yang sulung bertambah kaya sedang yang bungsu menjadi semakin miskin.

Ibunya yang masih hidup menanyakan hal itu kepada mereka. Jawab anak yang bungsu : Inilah karena saya mengikuti pesan ayah. Ayah berpesan bahwa saya tidak boleh menagih hutang kepada orang yang berhutang kepadaku, dan sebagai akibatnya modalku susut karena orang yang berhutang kepadaku tidak membayar sementara aku tidak boleh menagih. Juga ayah berpesan supaya kalau saya pergi atau pulang dari rumah ke toko dan sebaliknya tidak boleh terkena sinar matahari. Akibatnya saya harus naik becak atau andong. Sebetulnya dengan jalan kaki saja cukup, tetapi karena pesan ayah demikian maka akibatnya pengeluaranku bertambah banyak.

Kepada anak yang sulung yang bertambah kaya, ibupun bertanya hal yang sama. Jawab anak sulung : Ini semua adalah karena saya mentaati pesan ayah. Karena ayah berpesan supaya saya tidak menagih kepada orang yang berhutang kepada
saya, maka saya tidak menghutangkan sehingga dengan demikian modal tidak susut. Juga ayah berpesan agar supaya jika saya berangkat ke toko atau pulang dari toko tidak boleh terkena sinar matahari, maka saya berangkat ke toko sebelum matahari terbit dan pulang sesudah matahari terbenam. Akibatnya toko saya buka sebelum toko lain buka, dan tutup jauh sesudah toko yang lain tutup. Sehingga karena kebiasaan itu, orang menjadi tahu dan tokoku menjadi laris ,karena mempunyai jam kerja lebih lama.

Kisah diatas menunjukkan bagaimana sebuah kalimat di tanggapi dengan presepsi yang berbeda jika kita melihat dengan positif attitude maka segala kesulitan sebenarnya adalah sebuah perjalanan membuat kita sukses tetapi kita bisa juga terhanyut dengan adanya kesulitan karena rutinitas kita ..pilihan ada di tangan anda.

"Berusaha melakukan hal biasa yang dikerjakan dengan cara yang luar biasa."